Sabtu, 17 Maret 2012

Sinopsis Novel Bekisar Merah


Judul              : Bekisar Merah
Pengarang      : Ahmad Tohari
Penerbit          : Gramedia Pustaka Utama

Sepasang suami istri bernama Darsa dan Lasi, mereka adalah keluarga penderes nira atau penderes kelapa. Hidup serba seadanya karena tidak cukup biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selama hampir tiga tahun pernikahannya mereka belum dikaruniai anak. Namun darsa tetap bahagia karena memiliki istri yang cantik berkulit putih dan mirip orang jepang. Suatu hari seperti biasanya Darsa pergi untuk mengangkat pongkor. Sampai petang Darsa belum juga pulang ke rumah, Lasi pun menjadi cemas akan keadaan suaminya karena risiko menjadi penderes adalah nyawa taruhannya.  Samar-samar terlihat sosok lelaki yang datang dengan membawa beban yang berat. Darsa jatuh dari pohon kelapa dan sekarat. Sontak ini membuat Lasi kaget dan cemas, sebab Lasi tidak punya ongkos sama sekali untuk membawa Darsa berobat. Dengan nasehat dari Eyang Mus Darsa dibawa ke rumah sakit, namun Darsa tidak kunjung sembuh dan menurut dokter, Darsa harus dioperasi karena Darsa masih sering kencing dicelana dan juga menjadi lemah syahwat.
            Akhirnya keluarga membawa Darsa pulang dan memilih untuk mengobatkan Darsa ke seorang dukun yang bernama Bunek. Setiap hari Bunek selalu merawat Darsa dengan sabar, hingga akhirnya sembuh dari penyakit lemah syahwat.Tetapi Bunek ingin membuktikan kejantanan Darsa dengan perantara anaknya yang bernama Sipah,  Sipah yang pincang kakinya sebenarnya menolak tapi karena dibujuk Bunek  akhirnya ia mau melakukan perbuatan itu. Bunek menganggap hal itu sebagai imbalan. Darsa pun sebenarnya tidak mau melakukan hal sekeji itu, ia tidak mau menyakiti hati Lasi, tapi apa daya Darsa tetap tidak mampu menahan nafsu kelelakiannya.
            Memang sudah menjadi takdir Lasi hidup susah,  dari kecil Lasi sudah banyak menjadi pembicaraan orang karena rupa wajahnya yang mirip orang jepang, terkadang anak-anak desa sering mengejek lasi dengan sebutan “lasipang” lasi anak Jepang. Hanya Kanjat teman Lasi yang tidak mau mengejek, karena Kanjat anak yang baik dan tidak banyak tingkah. Suatu ketika Lasi memberanikan diri bertanya tentang siapa ayah biologisnya ,apakah Lasi hasil perkosaan orang Jepang dan benarkah Wiryaji bukan ayah kandungnya. Sebenarnya Mbok Wiryaji tidak mau menjelaskan hal itu, meskipun akhirnya menjelaskan juga siapa ayah kandung Lasi dan bagaimana ceritanya Mbok Wiryaji berhubungan dengan orang Jepang yang menjadi ayah kandung Lasi. Nasib lasi memang bertambah sengsara setelah mendengar kelakuan nakal suaminya. Lasi tidak mau lagi hidup di desa Karangsoga. Lasi memilih pergi diam-diam dari desanya dengan menumpang truk yang dikemudikan Pardi tetangganya. Lasi ingin pergi ke Jakarta. Sesampainya di Jakarta Lasi dititipkan di warung makan milik Bu Koneng langganan Pardi. Bu Koneng pun membujuk Lasi untuk tetap tinggal di rumahnya dan mempekerjakan Lasi sebagai pelayan warungnya.
            Dengan rayuan Bu Koneng yang selalu memuji kecantikan Lasi dan selalu mendengarkan cerita tentang Darsa. Akhirnya Lasi mau juga tinggal bersama Bu Koneng. Sampai suatu hari Bu Koneng kedatangan temannya yang bernama Bu Lanting dengan membawa pasangan yang lebih muda umurnya. Berawal dari sinilah Lasi berkenalan dengan Bu Lanting. Bu Lanting adalah orang yang memanfaatkan para wanita cantik untuk diperistrikan pejabat-pejabat kaya. Di hari yang lain Bu Lanting kembali datang kali ini membawa hadiah untuk Lasi berupa pakaian lengkap yang bagus kualitasnya. Lasi pun mau mengenakannya dan di balik semua itu Lasi ingat akan pesan Mbok Wiryaji tak ada pemberian yang tidak menuntut imbalan, hal ini selama ini selalu menjadi prinsip yang kuat pada diri Lasi.
            Lasi kini menjadi wanita jepang yang cantik setelah tinggal bersama Bu Lanting. Selama ini Lasi hanya menurut setiap tawaran Bu Lanting karena telah menganggap sebagai anak angkatnya. Setiap hari Lasi selalu diajak pergi keliling Jakarta. Bu Lanting memperkenalkan Lasi dengan seorang pengusaha kaya yang sudah berumur 50 tahunan. Lelaki tua yang benama Handarbeni itu tergoda hatinya. Nasihat Bu Lanting memang membuat Lasi selalu pasrah karena kata-katanya. Lasi yang dulu selalu hidup susah kini mulai berpikir karena  akan dinikahi Handarbeni . Siapa yang mau menolak keberuntungan, itulah yang selau diucapkan Bu lanting. Di sisi lain Bu Lanting sangat beruntung ketika Lasi mau menjadi istri Handarbeni, ia akan diberi harta melimpah karena menyediakan bekisar merah. Lasi sebenarnya ada kesempatan untuk pulang, ketika sebelumnya  Kanjat datang meminta Lasi untuk pulang ke Karangsoga, Namun Lasi menolak. Sebenarnya kanjat sejak saat itu mulai tersentuh hatinya terhadap Lasi begitupun Lasi kepada kanjat, tapi mereka hanya menyimpannya dalam hati.
            Lasi kini menjadi nyonya Handarbeni, hidupnya tidak ada kekurangan semuanya tercukupi. Tapi itu hanya beberapa waktu saja. Lasi merasa kecewa terhadap Handarbeni, karena impoten dan yang membuat Lasi marah dalah perkataan Handarbeni yang memintanya untuk mencari kepuasan dengan lelaki lain. Hal itu membuat hati Lasi sakit dan minta pulang ke Karangsoga untuk sementara waktu. Di Karang soga Lasi pulang dengan diantar mobil mewah lengkap dengan sopirnya. Semua warga karangsoga yang melihat kagum dan terperangah.
            Cukup lama tinggal di Karangsoga, Lasi mulai membangun rumah orang tuanya. Suaminya terkadang juga datang memberi bantuan dana kepada desa untuk membangun infrastruktur. Setidaknya ini membuat tetangga Lasi yang dulu sering menghina Lasi kini mulai berbalik arah. Suatu hari Lasi menemui Kanjat setelah mendengar bahwa Kanjat membutuhkan dana besar untuk penelitiannya. Lasi bermaksud membantu Kanjat. Tetapi sebenarnya ada maksud lain, Lasi ingin memceritakan semua kejadian yang menimpa dirinya. termasuk masalah akan menjadi janda untuk kedua kalinya. Lasi ingin cerai dengan Handarbeni. Kemudian Lasi memberanikan diri untuk bertanya kepada Kanjat, apakah kanjat mau menikahi Lasi setelah janda nanti. Tapi kanjat masih bingung karena bila ia berniat  memperistri janda apa nanti yang akan dikatakan bapaknya serta para tetangga.
            Suatu hari Kanjat dan Lasi berniat melihat penebangan banyak pohon kelapa yang selama ini menghidupi penderesnya. Pohon-pohon kelapa itu ditebang karena akan menjadi jalur listrik yang akan mengaliri desa Karangsoga. Apalagi setelah mendengar banyak pohon kelapa milik Darsa yang akan ditebang tanpa ganti rugi, mereka tidak bisa membayangkan akan makan apa keluarga Darsa nanti, apalagi kini Darsa sudah memiliki anak dari Sipah istrinya. Lasi dan Kanjat berinisiatif menenangkan Darsa dengan datang ke rumahnya. Sementara lasi memberikan uang yang cukup untuk biaya hidup satu tahun kepada Sipah.
Di tengah perjalan pulang Lasi berpamitan bahwa besok akan ke jakarta, Lasi juga menanyakan fotonya apakah masih disimpan kanjat, ternyata Kanjat masih menyimpannya dan Lasi juga masih menyimpan foto kanjat. Keduanya merasa tak mudah membuka mulut lagi dan hanya diam. Kanjat melihat pada kedalaman mata Lasi masih tersimpan pesona, tetapi pada mata Lasi pula Kanjat melihat kenyataan lain bahwa Lasi masih punya suami. dan lebih dari itu, dalam mata lasi kanjat juga melihat Darsa, Sipah,dan anaknya. Itu seperti menyindir Kanjat yang gagal meringankan bebban hidup para penyadap kelapa, bagi kanjat Lasi adalah harapan dan cita-cita yang tetap hidup dalam jiwanya. Di pihak lain, Darsa adalah dunia para penyadap yang terus memanggil keterpihakan kanjat. Sudah menjadi kesadaran yang mendalam di hati Kanjat bahwa para penyadap menyimpan piutang yang sangat besar pada orang-orang dari lapisan yang lebih makmur, termasuk Kanjat sendiri.

Sinopsis Novel Orang-Orang Proyek


Judul              : Orang-Orang Proyek
Pengarang      : Ahmad Tohari
Penerbit          : Penerbit Jendela
Kabul, insinyur muda penuh idealisme terbentur kenyataan proyek jembatan yang sedang dalam pengerjaannya digerogoti dari segala penjuru oleh para tikus-tikus kantor. Proyek pembangunan jembatan di desa terpencil benar-benar menjadi ajang pamer bagi partai penguasa tanpa mengindahkan ilmu kontruksi bangunan, betapa tidak, jembatan harus selesai jadi, ketika HUT partai penguasa.  Pembangunan jembatan tersebut bukan proyek biasa, sebab mengandung unsur politis . Jembatan itu merupakan pesanan pemerintah sekaligus golongan penguasa yang didanai luar negeri.  Pembangunan itu semata-mata karena desa tersebut akan dijadikan tempat perayaan ulang tahun golongan penguasa GLM (Golongan Lestari Menang). Jembatan dibangun hanya dengan bahan-bahan kualitas rendah dan juga tuntutan waktu, itu artinya kontuksi jembatan harus dibuat walaupun dalam musim penghujan. Padahal pembangunan yang demikian sangat  beresiko terhadap kekuatan jembatan.
Dalam pelaksanaan proyek Kabul begitu getir melihat penyelewengan- penyelewengan yang terjadi, seperti penggelapan bahan bangunan, pembangunan di bawah standar  operasional dan juga adanya pemangkasan uang proyek yang dilakukan orang-orang pemerintah.  Dia dipaksa bergelut dengan realitas masyarakat yang korup dan curang. Sementara idealismenya masih bersemayam di dalam hatinya.
Suatu hari Kabul mempunyai permintaan terhadap bosnya yang bernama Dalkijo, Kabul meminta agar pemasangan lantai jembatan harus menggunakan besi baru, pasir yang bermutu dan juga meminta penyelesaian proyek ini tidak dipaksa bersamaan dengan pelaksanaan HUT GLM, dan ttuntutan itu adalah harga pasti. Kalau permintaan tersebut tidak dituruti Kabul akan mengundurkan diri dari proyek itu. Namun Dalkijo menolak semua permintaan Kabul. Akhirnya Kabul menyerah dan memilih mengundurkan diri. Meskipun sang Bos merayu dan akhirnya mengancam, namun Kabul tetap pada pendiriannya. Kabul tidak ingin membohongi rakyat, Karena ia orang yang jujur dan memegang teguh idealismenya ,ia tidak mau terjun ke dalam proyek yang haram penuh dengan korupsi. Kabul lebih memilih tidak menyelesaikan sisa proyek yang sangat digerogoti  para koruptor itu. Pilihan Kabul untuk mengundurkan diri dari proyek itu harus disertai dengan perpisahannya dengan orang yang dia sayangi yaitu Wati yang juga bekerja di proyek itu sebagai sekertaris. Setelah Kabul keluar dari proyek itu hidupnya menjadi kurang jelas dan mengambang,namun ia menemukan keteduhan yang akan menenangkan hatinya,yaitu Biyungnya.
Saat peresmian, Kabul juga turut hadir yang diam-diam juga diikuti oleh para pekerja yang setia kepada Kabul. Kendaraan beriringan melewati jembatan sebagai ajang HUT partai penguasa  atau GLM. Melihat kejadian itu Kabul nyaris tidak bernafas,ketika iring-iringan semakin panjang karena Kabul yakin kekuatan jembatan belum saatnya  untuk digunakan, tapi kenyataanya dipaksakan. Akhirnya jembatan yang terlihat kokoh itu lantainya sudah jebol dan banyak kerusakan lainnya meski umurnya baru satu tahun.

Senin, 12 Maret 2012

Sinopsis Novel Midah, Si Manis Bergigi Emas


Judul              : Midah, Si manis Bergigi Emas
Pengarang      : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit          : Lentera Dipantara, Jakarta, 2003

Haji Abdul setiap hari selalu mengucap syukur kepada Allah atas semua nikmat yang ia terima. Tetapi ada satu keinginan yang belum dikabulkan yaitu istrinya hamil lagi. Haji Abdul telah mempunyai anak yang bernama Midah. Cantik parasnya. Setiap hari selalu dimanja. Sampai ketika umur Midah 9 tahun lebih, Midah mulai dicampakkan orang tuanya. Midah telah mempunyai adik yang banyak dan perhatian orang tuanya hanya kepada adik-adiknya. Midah bosan dan sering keluar rumah sampai petang. Orang tuanya tidak ada yang menegur atas perbuatan tersebut. Hal ini semakin membetahkan Midah untuk berkeliaran di luar rumah. Di jalanan Midah tergila-gila terhadap pengamen jalanan yang menyayikan lagu keroncong. Selama ini Midah hanya sering mendengarkan lagu-lagu Umi Kulsum faforit ayahnya.
Suatu hari Midah membeli beberapa keping piringan hitam yang berisi lagu-lagu keroncong. Namun sayang, ketika suatu hari Midah sedang bernyayi dengan asyiknya Haji Abdul mengetahui. Lagu itu haram bagi ayah Midah, piringan hitam yang Midah beli dihancurkan ayahnya. Midah ditampar dan dimarahi. Ibunya pun hanya diam, untung masih ada pembantu yang melindungi Midah.
Kini saatnya Midah untuk menikah, ayahnya telah menentukan calon suaminya yaitu Haji Terbus dari cibatok. Setelah menikah tiga bulan, Midah melarikan diri dari rumah suaminya. Midah kecewa karena Haji Terbus ternyata memiliki istri banyak. Midah pergi berlindung dirumah bekas pembantunya yaitu Riah. Selanjutnya Midah mengembara dijalanan bersama pengamen keroncong. Di sini Midah mendapat julukan Si Manis. Midah sehari-harinya tinggal juga bersama gerombolan pengamen. Midah hanya pasrah dan semua pekerjaannya dilandasi rasa cinta pada anak yang dikandungnya. Sampai ketika Midah melahirkan, tidak ada satu pun dari gerombolan pengamen yang menemaninya. Di rumah sakit Midah tidak mau mengatakan siapa bapak dari bayinya. Nama pun belum juga ia berikan.
Midah kembali ke gerombolan pengamen yang dulu bersamanya, tetapi sambutan kurang sedap diterimanya. Bayinya dihina oleh seorang wanita dari salah satu pengamen tersebut. Midah marah, baginya bayi itu tidak ada salah sedikit pun. Suatu hari midah dan gerombolan pengamen bertemu dengan seorang polisi lalulintas bernama Ahmad. Polisi tersebut menawarkan bantuan bahwa mereka akan bisa bernyayi di radio. Tetapi tawaran tersebut tidak kunjung datang. Midah sudah mengganti beberapa giginya dngan gigi emas, namun sayang akhirnya Midah diusir dari rombongan.
Sementara itu, Haji Abdul jatuh miskin. Apalagi setelah mendengar kabar bahwa Midah menjadi pengamen jalanan. Haji Abdul jatuh sakit karena kelelahan mencari Midah sepanjang hari. Nyonya Abdul akhirnya melapor polisi. Setelah sedikit sembuh Haji Abdul kembali pulang ke rumahnya. Kini ia berubah menjadi orang yang kecil dalam hubungan segala-galanya.
Si Manis alias Midah ternyata pindah ke Jatinegara, ia tidak mau tinggal di jantung kota karena takut akan dicari orang tuanya. Di sini Si Manis mengamen dengan menggendong anaknya. Suatu hari ia bertemu dengan polisi yang dulu menawarkan bantuan. Si Manis diajak menginap di rumah polisi itu. Tidak ada rasa curiga dalam hati Si Manis terhadap polisi itu, terlebih ketika polisi itu mengundang teman-temannya untuk acara sedekahan dalam rangka memberi nama anak Si Manis. Rodjali nama anaknya. Polisi itu sangat baik dan selalu mengajari Si Manis untuk bernyayi. Midah jatuh cinta pada polisi tersebut, hingga akhirnya ia terjebak dalam hawa nafsu.
Nyonya Abdul mendapat kabar bahwa anaknya menjadi penyayi radio yang terkenal. Dengan bangtuan tetangganya ia pergi ke tempat tinggal Midah. Namun yang didapati hanya seorang nyoya rumah dan anak kecil yang tidak terurus. Nyoya Abdul kemudian membawa anak itu ke rumahnya setelah mendengar penjelasan dari nyonya rumah bahwa itu cucunya. Di rumah Djali sangat dimanjakan tubuhnya kembali gemuk. Haji Abdul juga senang dengan anak itu.
Suatu malam Midah atau Si Manis meminta tanggung jawab kepada Ahmad. Si Manis hamil. Tetapi jawaban menyakitkan datang dari mulut Ahmad. Ahmad tidak mau mengakuinya. Kejadian itu membuat Si Manis sadar bahwa Ahmad lelaki pengecut. Setelah sampai di rumah Midah menceritakan semuanya kepada nyonya rumah, sungguh menyakitkan Midah malah di usir. Midah dianggap telah menjebak Ahmad.
Akhirnya Midah pulang ke rumah orang tuanya, ia menceritakan semua kejadian yang menimpanya. Tetapi Midah tidak mau menyebutkan siapa lelaki yang telah menghamilinya. Haji Abdul hanya pasrah dan berdo’a setiap harinya. Terkadang ketika keluar sindiran dari tetangga terhadap nasib yang menimpa anaknya. Haji Abdul mengatakan, saudara ini kenal satu sama lain, tapi tidak dengan dirinya sendiri.
Haji Abdul kini dianggap sebagainorang pintar, banyak orang yang datang meminta berkah. Melihat hal itu, Midah ingin pergi meninggalkan orang tua dan Djali. Midah tidak mau merusak nama baik ayahnya karena nasib yang menimpanya. Suatu hari Midah berpamitan kepada ibunya, meskipun melarang Midah tetap ingin pergi tanpa sepengetahuan ayahnya. Bagi Midah anak yang dikandungnya adalah anak yang lahir dari cinta, bukan ketika ia harus mengandung dari benih Haji Terbus.
Setelah melahirkan anak keduanya. Midah dengan anak yang digendongnya terus mencari pekerjaan. Setelah beberapa bulan lamanya nama Si  Manis Bergigi Emas tidak pernah terdengar lagi, kini nama itu kembali terkenal. Midah menjadi penyayi sekaligus pelacur. Midah tidak lagi memikirkan dosa. Setelah radio menjadi ajang ketenarannya, Midah merambah ke dunia film. Kemanisannya mengagumkan ratusan ribu orang.
Tetapi selain bapak dan ibu serta dirinya, tidak ada seorang pun di dunia pernah mencoba mengetahui apa sesungguhnya yang terjadi dalam jiwa Midah. Midah telah lenyap sebagai wanita.

Sinopsis Novel Di Bawah Lindungan Ka'bah

-->
Judul              : Di Bawah Lindungan Ka’bah
Pengarang      : Hamka      
Penerbit          : Bulan Bintang
Pada tahun 1927 saya berangkat ke tanah suci. Di Mekah saya menumpang di penginapan milik seorang Syeikh. Saya berkenalan dengan orang yang sangat baik dan rajin beribadah, ia adalah Hamid. Mulai saat itu saya sangat dekat dengan Hamid, tetapi setelah ia bertemu dengan sahabatnya yang bernama Shalleh, Hamid seolah berubah tidak seperti biasanya.Sebagai sahabat saya memberanikan diri untuk bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Akhirnya ia mau menceritakan kepada saya. Mulailah Hamid bercerita, sejak umur 4 tahun ayah Hamid sudah meninggal. Kehidupan Hamid dan ibunyamelarat, tetapi ibunya sangat menginginkan Hamid bersekolah yang tinggi.
Sudah waktunya Hamid untuk sekolah, tetapi ibunya tidak mempunyai biaya. Setiap hari Hamid berjualan kue, Sampai suatu ketika Hamid mendapat berkah dari seorang hartawan. Hartawan itu adalah keluarga Engku haji Jaffar dan istrinya Mak Aisyah. Engku Haji Jaffar akan meyekolahkan Hamid bersama dengan anak kandungnya satu-satunya yang bernama Zainab. Hamid dan Zainab sudah seperti kakak beradik, mereka selalu bersama hingga tamat MULO. Sejak saat itu  mereka berpisah, Zainab sudah dipingit keluarganya dan Hamid melanjutkan sekolahnya ke Padang Panjang.
Hamid merasa kesepian dan pikirannya selalu tertuju pada Zainab. Hamid jatuh cinta pada Zainab, tetapi ia selalu sadar diri. Cobaan yang tidak disangka-sangka datang, Engku Haji Jaffar meninggal dunia, tentu ini akan berakibat pada hubungan Hamid dengan keluarga Zainab. Musibah datang lagi, Ibu Hamid sakit keras dan Hamid harus selalu menunggunya. Ibu Hamid menanyakan tentang perasaan Hamid kepada Zainab dan Hamid menceritakan yang sebenarnya. Ibu Hamid masih sempat memberi nasihat waktu itu.  Namun, ibunya akhirnya menggal dunia. Cobaan berikutnya, Mak Aisyah meminta Hamid untuk membujuk Zainab untuk mau menikah dengan kemenakan ayahnya, ini masalah yang berat, pekerjaan yang berlawanan dengan keinginan hati Hamid. Ternyata Zainab belum mau kawin.
Hamid memutuskan untuk pergi meninggalkan Padang. Hamid hanya mengirim surat kepada Zainab agar ia mau menuruti apa kehendak ibunya demi rasa berbaktinya kepada orang tua dan menitip pesan bila kelak Zinab jadi menikah jadilah istri yang setia serta sampaikan salam untuk suaminya. Hamid kemudian pergi mengembara hingga sampai di bawah lindungan Ka`bah yang suci, terpisah dari pergaulan manusia yang lain. Di sinilah Hamid selalu tafakur memohon kepada Tuhan seru sekalian alam, supaya diberi kesabaran dan keteguhan hati menghadapi hidup.
Setelah setahun di Mekah dan waktu haji sudah datang. Tanpa disangka Hamid bertemu teman lamanya yang bernama Shalleh, teman sekolah di Padang dan Padang Panjang.  Shalleh membawa kabar tentang Zainab, karena istrinya sahabat karib Zainab. Shalleh menceritakan kepada Hamid bahwa selama ini Zainab memiliki perasaan yang sama seperti Hamid. Ini membuat hati hamid sedih tapi setidaknya sekarang barulah Hamid tahu dirinya ada harganya untuk  hidup, sebab ada orang yang mencintai Hamid, yaitu orang yang Hamid cintai. Kemudian Salleh mengirimkan sepucuk surat untuk istrinya Rosnah menerangkan pertemuannya dengan Hamid. Surat balasannya ternyata mengabarkan bahwa Zainab sakit parah, dan harapan Zainab untuk bertemu dengan Hamid, meskipun Zainab merasa tidak mungkin untuk bertemu Hamid karena sakitnya yang parah.
Hamid menjadi sering termenung dan Hamid mulai sakit-sakitan. Tetapi karena akan melaksanakan wukuf yang wajib dilaksanakan. Hamid melaksanakan rukun itu. Penyakit Hamid rupanya bertambah berat. Datanglah sebuah surat dari Rosnah istri Shalleh, Shalleh sempat tidak tega mengabarkan isinya kepada Hamid, tetapi ia harus menyampaikannya. Zainab telah meninggal. Mendengar berita itu, Hamid menarik nafas panjang, mengelurkan airmata yang panas.
Dengan bantuan orang badui, hamid melakukan tawaf keliling ka’bah tujuh kali. Di antara pintu Ka`bah dengan batu hitam, di tempat yang bernama Maltezam, tempat segala doa yang makbul. Hamid berdoa dengan khusuk. Saya melihat tanda-tanda kematian sudah dekat. Setelah itu suaranya tidak kedengaran lagi, di mukanya terbayang suatu cahaya muka yang jernih dan damai, cahaya keridhaan Ilahi. Hamid meninggal atas izin Tuhannya, di bawah lindungan Ka’bah. Saya dan Shalleh melakukan tawaf keliling Ka`bah " Tawaf Wida" yang artinya tawaf selamat berpisah. Setelah itu Shalleh pergi ke Mesir dan saya pulang ke tanah air.

Sinopsis Novel Refrain

Judul              :  Refrain

Pengarang      : Winna Effendi       

Penerbit          : Gagasmedia
Nata dan Niki adalah dua orang sahabat yang selalu bersama-sama menatap bintang di atas trampolin dan itu hampir menjadi rutinitas. Setiap Niki bertanya tentang siapa yang lebih dulu jatuh cinta di antara mereka berdua, Nata selalu menjawab “kamu”. Di sekolah  Niki dan Nata mempunyai sahabat yang bernama Annalise (Anna) pindahan dari New York. Anna merupakan anak tunggal dari model terkenal Vidia Rossa. Mereka bertiga menjadi sahabat erat. Ternyata Anna menaruh rasa sayang kepada Nata. Di sisi lain Nata pun merasakan ada yang berubah dari diri seorang Niki.
Suatu hari Niki diajak berkenalan oleh kapten basket dari lawan SMA nya. Oliver anak terkenal dari SMA Pelita. Niki pun menjadi gugup ketika suatu hari Oliver mengajaknya jalan-jalan dan menyatakan rasa cintanya pada NiKi. Seketika itu Niki merasa betapa senangnya mempunyai pacar dan langsung menceritakan kepada Nata dan Anna. Nata terkejut dan mengatakan bahwa Oliver tidak pantas menjadi pacar Niki. Nata berkata dalam hatinya bahwa dia yang lebih dulu jatuh cinta.
Anna mengajak Nata dan Niki ke rumahnya untuk memilih koleksi-koleksi fotonya. Niki menemukan kumpulan foto-foto Nata yang secara diam-diam disimpan oleh Anna. Nata memberanikan diri bertanya tentang foto itu. Anna pun mengatakan bahwa dia sayang kepada Nata. Anna lalu cepat mengatakan bahwa tidak perlu ada jawaban dari Nata karena ia sudah tahu jawabannya. Nata menjadi lega dan berkata bahwa ini baru pertama kalinya ada cewek yang menyatakan langsung perasaaannya kepadanya.
Suatu hari Niki masuk ke kamar Nata dan secara tidak sengaja membaca lagu-lagu ciptaan Nata, tapi ada hal yang membuatnya lemas ketika ia membaca tulisan tentang perasaan Nata kepadanya . Nata mengetahuinya dan Niki ingin meninggalkan ruang itu, tapi ditahan oleh Nata yang meraih tangannya dan berkata dalam suara rendah, “gue sayang lo, Nik”. Niki tidak menjawab dan langsung pergi . Saat itu Nata merasa dia sudah kehilangan sesuatu yang penting dalam hidupnya. Persahabatan Nata dan Niki menjadi renggang.
Suatu ketika sepulang sekolah Nata berusaha mendekati Niki, ingin mengatakan sesuatu tentang perasaannya dan Nata juga mengatakan bahwa ia tidak ingin merusak persabatannya apalagi hubungan niki dengan Oliver . Nata hanya ingin Niki tidak menjauh darinya. Niki akhirnya berani berkata bahwa dia tetap menggap Nata  sebagai sahabat dan minta maaf kalau ia tidak menerima perasaan Nata. Kadang Niki merasa kangen kepada Anna dan Nata, ia hanya bisa mengintip dari rumahnya ketika Nata bercanda ria bersama Anna di trampolin. Tempat khusus dirinya bersama Nata.
SMA Pelita akan mengadakan pesta, Niki akan menjadi pasangan Oliver. Namun , Niki terkejut dan marah ketika melihat Oliver berpasangan dengan Helena. Helena sudah merencanakan semua itu karena ia iri kepada Niki. Helena berhasil menipu Oliver dengan mengatakan bahwa ia akan mempertemukannya dengan Shasa. Oliver tega melakukan semua itu karena sangat mencintai Shasa.
Niki terkaget ketika Nata mengajaknya pulang dari tempat pesta itu. Sahabatnya datang menyelamatkannya. Nata datang tanpa sepengetahuan Niki dan diberitahu oleh Oliver bahwa ia harus menjemput Niki. Oliver sebenarnya tidak tega melakukan itu. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk mengobrol di trampolin. Mereka berdua kembali berbaikan.
Kelulusan akan segera tiba. Annalise memutuskan untuk kuliah, sementara Niki masih bingung. Nata tidak sanggup meninggalkan Niki, padahal ia sudah diterima sekolah di luar negeri. Danny tahu apa yang terjadi pada adiknya. Ia pun menasehati agar Nata mau sekolah dan tidak perlu khawatir terhadap Niki. Malamnya Nata dan Niki memutuskan untuk menghabiskan malam di atas trampolin sambil mengingat masa-masa kecilnya dulu hingga mereka berdua tertidur di atas trampolin itu. Setelah terbangun , mereka memperhatikan dua planet bersinar pagi itu, berdekatan seperti dua sahabat. Akhirnya perpisahan itu terjadi, Nata akan pergi untuk waktu yang lama.  Nata mengecup kening Niki dengan lembut, membekaskan seluruh rasa cintanya pada gadis itu.  Mereka berdua menangis dan Nata berkata dalam hati “Gue akan segera pulang dan,saat itu,gue gak akan melepaskan lo lagi”.
Setelah hampir lima tahun Nata dan Niki berpisah. Sampai suatu hari Nata pulang dan memutuskan untuk mampir ke sekolah lamanya.  Teriakan seorang guru perempuan membuat Nata ingin mencari asal suara itu. Hati Nata berdesir,terpaku dan tidak mampu bergerak ketika menemukan asal suara itu. Mereka berdua saling menatap, perempuan itu seperti ingin berseru,tapi justru hanya berbisik. Tidak ada yang berubah. Mereka masih saling memiliki;dulu,sekarang,dan selamanya.