Sabtu, 17 Maret 2012

Sinopsis Novel Ronggeng Dukuh Paruk


Judul              :Ronggeng Dukuh Paruk
Pengarang      : Ahmad Tohari    
Penerbit          : Gramedia Pustaka Utama
Srintil, perawan kecil yang pandai menyayikan tembang-tembang ronggeng diketahui kakeknya. Sakarya, kakek Srintil percaya cucunya  adalah calon ronggeng. Dukuh Srintil merupakan tanda kelahiran kembali seorang ronggeng. Sakarya menyerahkan semuanya kepada Kartareja untuk menangani cucunya.. Srintil pun mampu tampil memukau dalam pentas pertamanya meskipun tidak ada yang mengajarinya untuk menari dan bernyayi. Sejak itu Srintil menjadi tenar di padukuhan itu.
Srintil adalah yatim piatu, orang tuanya menjadi korban keracunan tempe bongkrek, begitu juga dengan Rasus. Rasus hanya tinggal bersama neneknya, ia pun sudah mendengar tentang malapetaka itu dari mulut neneknya. Cerita nenek yang selalu membuat penasaran terutama tentang kisah emaknya. Rasus selau berusaha menarik perhatian Srintil, hingga suatu hari rasus memberikan sebuah keris peninggalan ayahnya kepada Srintil. keris itu bernama Kyai Jaran Guyang, pusaka dukuh Paruk yang hilang. Dengan keris itu, Srintil akan menjadi ronggeng tenar.
Srintil masih harus menjalani ritual lagi. Salah satunya adalah ritual mandi di depan cungkup makam Ki Secamenggala. Di sini Kertareja kesurupan arwah Ki Secamenggala, itu bertanda Srintil telah direstui menjadi ronggeng. Syarat yang terakhir, Srintil harus melalui peristiwa Bukak-Klambu, sayembara mendapatkan keperwanan Srintil dengan syarat meyerahkan uang logam emas. Rasus marah mendengar itu, namun ia hanya pasrah.
Srintil disuruh Nyi Kertaraja untuk mengantar sesaji ke makam Ki Secamenggala. Ternyata Rasus mengikutinya. Di bawah pohon beringin besar mereka mengobrol dan hampir terjadilah pelampiasan birahi kedua anak manusia tersebut. Namun Rasus segera sadar dan mengingatkan Srintil agar tidak berzina di sekitar makam keramat itu. Tibalah saat malam Bukak-Klambu, seorang pemuda datang ke rumah kertareja dengan membawa seekor kerbau betina. Pemuda itu hendak mengikuti malam Bukak-Klambu setelah sebelumnya datang membawa dua keping perak. Setelah kedatangan Dower, datang pula Sulam. Kali ini Sulam datang membawa sekeping emas. Dower dan Sulam pun bertengkar malam itu. Namun otak licik Kertareja dan istrinya, lebih memiliih Dower karena barangnya lebih berharga daripada sekeping emas, Sulam dibuatnya mabuk.
Di belakang rumah ternyata Rasus dan Srintil melakukan hubungan layaknya suami istri, jadi malam itu Rasus lah yang mendapatkan keperawanan Srintil. Akhirnya Dower diberitahu Kartareja untuk masuk ke kamar Srintil untuk melampiaskan nafsunya. Setelah itu giliran Sulam. Sulam tidak tahu kalau dia dibohongi kertareja.
 Rasus tidak dapat membayangkan lagi sosok ibunya pada diri Srintil. Rasus pergi dan meninggalkan neneknya sendirian. Rasus pergi meninggalkan Dukuh Paruk dan bekerja sebagai penjual singkong di Pasar Dawuan. Ia telah melihat Srintil banyak berubah. Suatu ketika Srintil datang lagi ke Pasar Dawuan, Rasus memberanikan diri untuk menemuinya. Ternyata Srintil tidak melupakan ulah mereka berdua pada malam Bukak-Klambu.
Tahun 1960 kecamatan Dawuan tidak lagi aman, banyak terjadi perampokan bahkan pembunuhan. Rombongan tentara yang di pimpin Sersan Slamet datang mengamankan. Rasus diminta bekerja untuk rombongan tentara itu. Dari bekerja itu, Rasus mulai diajari menulis dan membaca oleh Sersan Slamet. Suatu hari Rasus diajak berburu di hutan oleh Sersan Slamet beserta dua anggotanya. Ketika Sersan Slamet dan anak buahnya istirahat, Dipahatlah sebuah batu cadas miri kepala manusia dan segera Rasus menembak batu itu. Hal itu membuat Sersan Slamet dan anak buahnya terbangun. Rasus tidak peduli, ia tengah merasakan kepuasan batin. Rasus pingsan.
Perampokan masih terjadi dan telah menewaskan seorang tentara. Suatu malam Rasus dan Kopral Pujo melihat ada sekelompok perampok dengan senjata lengkap. Namun Kopral Pujo takut, akhirnya Rasus yang harus mengikuti perampok-perampok itu. Kawanan perampok itu terdiri dari lima orang. Saat tengah mengintai Rasus melihat salah satu perampok yang di belakang rumah. Dengan keberaniannya Rasus membunuhnya dengan pukulan gagang cangkul. Kemudian salah satu perampok juga dibunuh Rasus.
Malam terakhir di Dukuh Paruk, Srintil meminta Rasus untuk mengawininya. Namun Rasus menolak. Menjelang fajar Rasus bersiap-siap untuk menyusul ke markas tentara. Srintil pun tidak tahu ketika Rasus pergi. Bagi Rasus, ia telah menemukan dirinya sendiri. Dukuh Paruk tidak lagi dibencinya karena telah merenggut Srintil darinya. Rasus telah merasakan padukuhan itu telah kembali keaslinya. Dengan menolak permintaan Srintil, itu berarti Rasus telah memberi sesuatu yang paling berharaga di Dukuh paruk, yaitu Ronggeng. Rasus juga telah begitu yakin mampu hidup tanpa kehadiran bayangan emaknya.   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar